18.43,
Aku berbaring santai di kasurku yang empuk sambil berharap ada orang spesial
mengucapkan selamat atas hari jadinya. Ya, mungkin kita baru seumur jagung.
Tapi ini adalah awal kalinya aku berhubungan lama lagi dengan seseorang. Entah
mengapa bulan ini menjadi bulan yang buruk bahkan lebih buruk dari bulan
sebelumnya. Bahkan kini kau pun menjadi berbeda. Tak ada perhatian, tak ada
canda tawa dan tak ada kabar. Beribu kali aku bertanya "kenapa?". Kau
selalu menjawab "tak apa-apa". Kalau sebenarnya aku boleh mengeluh,
aku itu cape tuhaaaan.. Kapan kesedihan ini akan berakhir? Padahal aku selalu
memberi yang terbaik untuknya, tapi dia itu... Ahhhh percuma saja aku mengeluh,
semua itu tak akan menyelesaikan masalah. Setiap kali aku bersujud, do'a yang
selalu ku lantunkan adalah kau kembali lagi seperti dulu, kau yang pertama kali
aku kenal. Setiap kali kau selalu ada, selalu menyapaku di pagi hari, kau yang
selalu berkata "maaf" jika kau tak mengabariku seharian, kau yang
selalu membuatku tertawa dan tersenyum jika aku sedih, kau yang sedikit
menyebalkan namun membuatku rindu, tapi kali ini semua itu hilang dari dalam
dirimu. Kalau saja air mataku ini ku bendung, mungkin air mata ini tak bisa membendung
lagi karena setiap hari aku meneteskan air mata menahan rindu padamu. Tapi
mungkin kau takkan peduli akan hal itu.
Aku
selalu bertanya pada diriku sendiri "Sampai kapan dia akan seperti ini?
Sampai rasa sayangku hilang?". Jangan.. Jangan sampai itu terjadi. Entah
mengapa kau selalu meyakinkanku agar hubungan ini tetap bertahan. Tapi mengapa
juga kau sendiri yang selalu membuat masalah pada hubungan kita. Padahal aku
sendiri selalu ingin memberi yang terbaik bagi hubungan kita. Mungkin memang
benar, membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengenal dirimu secara
mendalam. Anggap saja ini adalah ujian awal untuk menjadi yang lebih baik bagi
ke depannya.